Penanganan Terkini Sensory Food Aversions

Jurnal Pediatri

Penanganan Terkini Sensory Food Aversions

Gangguan makan pada pertengahan masa kanak-kanak dapat menjadi kelanjutan dari gangguan makan pada bayi. Kesulitan yang dimulai pada masa bayi atau awal masa kanak-kanak, dapat muncul peristiwa traumatis (misalnya, tersedak, tersedak berat, atau menyaksikan orang lain tersedak), atau dapat merupakan bentuk awal anoreksia nervosa atau bulimia nervosa. Penting untuk membedakan gangguan makan karena terpengaruh anak memiliki ketakutan tertentu yang perlu ditangani, misalnya, takut makanan baru dalam penghindaran makanan sensorik, takut tersedak dan mati dalam posttraumatic eating disorder (gangguan makan pasca trauma), dan takut atau menjadi lemak dalam anoreksia nervosa dan bulimia nervosa.

Semakin muda anak, yang lebih penting adalah dengan menggunakan terapi keluarga untuk menyediakan lingkungan keluarga di mana anak dapat belajar untuk mengatur porsi makan sesuai dengan kelaparan dan kepenuhan dan belajar cara yang lebih efektif untuk mengatasi nya atau emosinya.

Sebagian besar literatur tentang masalah makan dan makan gangguan telah difokuskan terutama pada…

View original post 3,084 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s